Langsung ke konten utama

Bacaan Tahiyat Awal dan Tahiyat Akhir arab dan latin beserta arti dan maknanya

Inilah Bacaan Tahiyat Awal dan Tahiyat Akhir aran serta latin dan artinya. bagi rekan rekan yang ingin tau lafadznya silahkan dilihat dan di baca. begitu banyak diantara kita yang tau/hafal bacaanya tetapi tidak tau lafadz apalagi atinya. nah ini kami sajikan arab dan artinya. semoga bermanfaat




Bacaan Ketika Tahiyat Awal dalam Rumi:

ATTAHIYATUL MUBARAKATUS-SALAWATUT-TAIYIBATU LILLAH. ASSALAMU 'ALAIKA AIYUHAN NABIYU WARAHMATULLAHI WABARAKATUH. ASSALAMU 'ALAINA WA'ALA 'IBADILLAHIS-SALIHIN. ASY-HADU ALLA ILAHA ILLALLAH. WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH. ALLAHUMMA SALLI 'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA 'ALA A-LI SAYYIDINA MUHAMMAD.


Segala ucapan selamat yang berkat-berkat (berganda-ganda) dan doa yang baik-baik semuanya untuk ALLAH. Selamat sejahtera atasmu wahai NABI dan rahmat ALLAH dan keberkatan-NYA. Dan selamat sejahtera atas kita dan juga hamba-hamba ALLAH yang baik-baik. Aku mengaku bahawa tiada tuhan melainkan ALLAH. Dan aku mengaku bahawa NABI MUHAMMAD itu utusan ALLAH. Ya ALLAH anugerahkanlah kesejahteraan atas NABI MUHAMMAD dan ke atas keluarga NABI MUHAMMAD.

Makna / Terjemahan bacaan Tahiyat Awal:


Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad.




Bacaan Ketika Tahiyat Akhir dalam Jawi:


Bacaan Ketika Tahiyat Akhir dalam Rumi:
ATTAHIYATUL MUBARAKATUS-SALAWATUT-TAIYIBATU LILLAH. ASSALAMU 'ALAIKA AIYUHAN NABIYU WARAHMATULLAHI WABARAKATUH. ASSALAMU 'ALAINA WA'ALA 'IBADILLAHIS-SALIHIN. ASY-HADU ALLA ILAHA ILLALLAH. WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH. ALLAHUMMA SALLI 'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA 'ALA A-LI SAYYIDINA MUHAMMAD. KAMA SALLAITA 'ALA SAYYIDINA IBRAHIM WA 'ALA A-LI SAYYIDINA IBRAHIM. WABARIK 'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA'ALA A-LI SAYYIDINA MUHAMMAD. KAMA BARAKTA 'ALA SAYYIDINA  IBRAHIM WA 'ALA A-LI SAYYIDINA IBRAHIM. FIL 'A-LAMINA INNAKA HAMIDUMMAJID.

BACA JUGA:HUKUM LAFAZ SAYYIDINA DI TAHIYAT SHOLAT

Segala ucapan selamat yang berkat-berkat (berganda-ganda) dan doa yang baik-baik semuanya untuk ALLAH. Selamat sejahtera atasmu wahai NABI dan rahmat ALLAH dan keberkatan-NYA. Dan selamat sejahtera atas kita dan juga hamba-hamba ALLAH yang baik-baik. Aku mengaku bahawa tiada tuhan melainkan ALLAH. Dan aku mengaku bahawa NABI MUHAMMAD itu utusan ALLAH. Ya ALLAH anugerahkanlah kesejahteraan atas NABI MUHAMMAD dan ke atas keluarga NABI MUHAMMAD. Seperti yang ENGKAU telah anugerahkan kesejahteraan atas ibrahim dan keluarga ibrahim. Dan berkatilah NABI MUHAMMAD dan keluarga NABI MUHAMMAD. Seperti yang ENGKAU telah berkati ibrahim dan keluarga ibrahim. Sesungguhnya ENGKAU maha terpuji lagi maha tinggi.

(sunat memandang jari telunjuk ketika lafas shahadah) 
Makna / Terjemahan bacaan Tahiyat Akhir:


Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya. (#) Sebagaimana Engkau selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.
Semoga Bermanfaat 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Mazhab 4 Imam (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali)

Perbedaan Mazhab 4 Imam Ok. Sepakati dulu ya arti mazhab, begini Mazhab (bahasa Arab: madzhab) adalah istilah dari bahasa Arab, yang berarti jalan yang dilalui dan dilewati, sesuatu yang menjadi tujuan seseorang baik konkrit maupun abstrak. Sesuatu dikatakan mazhab bagi seseorang jika cara atau jalan tersebut menjadi ciri khasnya. Menurut para ulama dan ahli agama Islam, yang dinamakan mazhab adalah metode (manhaj) yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya, bagian-bagiannya, dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah. Mazhab menurut ulama fiqih, adalah sebuah metodologi fiqih khusus yang dijalani oleh seorang ahli fiqih mujtahid, yang berbeda dengan ahli fiqih lain, yang menghantarkannya memilih sejumlah hukum dalam kawasan ilmu furu’. Ini adalah pengertian mazhab secara umum, bukan suatu mazhab khusus. Paham ya.. yuk mulai.. Begini. Di anta...

hadis (dalil) SUAP DAN MENYUAP

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الرَّاشِى وَالْمُرْتَشِى فِى الْحُكْمِ. Dari Abu Hurairah radliyallahu ’anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang menyuap dan yang disuap dalam masalah hukum.” ( HR. Ahmad II/387 no.9019 , At-Tirmidzi III/622 no.1387 , Ibnu Hibban XI/467 no.5076 . Dan dinyatakan Shohih  oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib II/261 no.2212 ). عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الرَّاشِىَ وَالْمُرْتَشِىَ. Dan diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhu , ia berkata: “ Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang memberi suap dan yang menerima suap ”. (HR. Abu Daud II/324 no.3580 , At-Tirmidzi III/623 no.1337 , Ibnu Majah, 2313 dan Hakim, 4/102-103; dan Ahmad II/164 no.6532 , II/190 no.6778 . Dan dinyatakan Shohih  oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib II/261 no.2211 ...

Sejarah Kewajiban Berpuasa di Bulan Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang muslim. Sebab, puasa menjadi salah satu dalam rukun islam yang lima. Dalam Al-Qur'an, Allah Swt memerintahkan kewajiban berpuasa dalam surat Al-Baqarah ayat 183: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)  Dalam konteks ini, bagian dari ayat tersebut yang berbunyi كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ ( ...sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian... ) membuka pembahasan mengenai sejarah puasa, khususnya puasa Ramadhan. Dari penggalan ayat tersebut dijelaskan bahwa puasa Ramadhan ternyata juga sudah menjadi kewajiban bagi umat-umat terdahulu yang menerima wahyu dari Allah. ...