Langsung ke konten utama

Doa wirid setelah sholat fardhu ke-1


Diantara doa yang pernah dibaca Rosululloh adalah :

ketika salam saat mengusap kening membaca:


أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ,
ASYHADU AN LAA ILAAILAAHA ILLALLOHUR-RO_HMAANUR RO_HIIIM
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
اللَّهُمَّ أَذْهِب ْعَنِّي الْهَمَّ وَالْحَزَنَ
ALLOHUMMA ADZ-HIB 'ANNILHAMMA WAL _HAZAN
Ya Alloh hilangkanlah dari kesusahan dan kegelisahan

رواه ابن السُـنِّي
(الأذكار النووي ص69)
lihat kitab Al-Adzkaar An-Nawawy halaman 69


kemudian dilanjutkan dengan dzikir-dzikir sebagai berikut:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ العظيم x3

ASTAGHFIRULLOH 3X
Aku mohon ampunanMu Ya Alloh 3X
(HR. Muslim no.931)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمْ
ALLOHUMMA ANTAS SALAAM
Ya Alloh Engkau Dzat pemberi Anugrah keselamatan

وَمِنْكَ السَّلاَمْ
WA MINKAS SALAAM
dan hanya dariMu ke-selamatan

تَبَارَكْتَ يَا ذَالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
TABAAROKTA YAA DZAL JALAALI WAL IKROOM
Maha Agung Engkau wahai Dzat yang mempunyai keagungan dan kemulyaan
رواه مسلم931
(HR Muslim no.931)

=====================================================
bila sholat Maghrib dan Shubuh ditambahkan bacaan berikut ini 10x ;

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ

LAA ILAAHA ILLALLOHU WA_HDAHUU LAA SYARIKA LAHUU

tiada Tuhan selain Alloh satu-satunya Tuhan yang tiada sekutu baginya

لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ

LAHULMULKU WALAHUL_HAMDU YU_HYII WAYUMIITU

hanya kepunyaan Alloh seluruh kerajaan dan segala puji hanya bagi Alloh yang menghidupkan dan mematikan


بِيَدِهِ الْخَيْرُ

BIYADIHIL KHOIIR

pada kekuasaanNya-lah segala kebaikan


وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيِئٍ قَدِيْرٌ

WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI'IN QODIIR
dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

=======================================

اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ
ALLOHUMMA A’INNI ALAA DZIKRIKA
Ya Alloh tolonglah aku agar selalu mengingatMu

وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
WA SYUKRIKA WA _HUSNI ‘IBAADATIK
dan bersyukur padaMu serta beribadah padaMu.

رواه أبو داود 1301 والنسائي 1286
(HR Abu Dawud no.1301 & An-Nasa'iy no.1286)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Mazhab 4 Imam (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali)

Perbedaan Mazhab 4 Imam Ok. Sepakati dulu ya arti mazhab, begini Mazhab (bahasa Arab: madzhab) adalah istilah dari bahasa Arab, yang berarti jalan yang dilalui dan dilewati, sesuatu yang menjadi tujuan seseorang baik konkrit maupun abstrak. Sesuatu dikatakan mazhab bagi seseorang jika cara atau jalan tersebut menjadi ciri khasnya. Menurut para ulama dan ahli agama Islam, yang dinamakan mazhab adalah metode (manhaj) yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya, bagian-bagiannya, dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah. Mazhab menurut ulama fiqih, adalah sebuah metodologi fiqih khusus yang dijalani oleh seorang ahli fiqih mujtahid, yang berbeda dengan ahli fiqih lain, yang menghantarkannya memilih sejumlah hukum dalam kawasan ilmu furu’. Ini adalah pengertian mazhab secara umum, bukan suatu mazhab khusus. Paham ya.. yuk mulai.. Begini. Di anta...

Mengetahui Fiqh dan Aturan-aturan dalam Ibadah

DARI IBNU ABBAS, RASULULLAH SAW BERSABDA: “SEORANG FAQIH (AHLI ILMU AGAMA) LEBIH DITAKUTI SYETAN DARI PADA SERIBU AHLI IBADAH (TANPA ILMU)“. [HR IBNU MAJAH]. Hadits diatas menegaskan kepada kita tentang urgensinya beribadah dengan ilmu. Bahkan salah satu syarat diterimanya ibadah adalah  ittiba  atau sesaui aturan dan sunnah Rasulullah SAW. Dalam kaitannya dengan puasa, sungguh ibadah ini mempunyai kekhususan dalam aturan fiqhnya yang berbeda dengan lainnya. Para ulama pun menjadikan bab puasa sebagai pembahasan khusus dalam kitab fiqh. Kita perlu mengkaji ulang, bertanya dan mempelajari apa-apa yang belum sepenuhnya kita yakini atau kita ketahui. Agar kita mampu menjalani ibadah ini dengan baik tanpa keraguan sedikitpun. Hal yang penting kita ketahui utamanya tentang apa-apa yang dibolehkan, apa-apa yang membatalkan, siapa saja yang boleh berbuka dan apa konsekuensinya. Mari kita sempatkan dalam hari-hari ini untuk kembali mengkaji fiqh seputar puasa. Tidak ada kata terlambat...

Sejarah Kewajiban Berpuasa di Bulan Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang muslim. Sebab, puasa menjadi salah satu dalam rukun islam yang lima. Dalam Al-Qur'an, Allah Swt memerintahkan kewajiban berpuasa dalam surat Al-Baqarah ayat 183: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)  Dalam konteks ini, bagian dari ayat tersebut yang berbunyi كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ ( ...sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian... ) membuka pembahasan mengenai sejarah puasa, khususnya puasa Ramadhan. Dari penggalan ayat tersebut dijelaskan bahwa puasa Ramadhan ternyata juga sudah menjadi kewajiban bagi umat-umat terdahulu yang menerima wahyu dari Allah. ...