Langsung ke konten utama

Ketua Takmir, Bpk. Ramlan kepada Ketua Remaja Masjid: Nama-nama seksi-seksi Gak usah Pakai Bahasa yang Intelek



Remaja Masjid Attaqwa 2014. Satu lagi pernyataan yang sangat menggelitik dan menurut kami juga sangat di sayangkan. yaitu pernyataan Ketua Takmir masjid Attaqwa saat menanggapi tentang nama-nama seksi di tubuh organisasi remaja masjid. remaja masjid melihat dari kepengurusan remaja masjid yang sebelumnya bahwa terlalu banyak seksi-seksi dan ketika kompakan remaja masjid akan mengakibatkan kevakuman kegiatan remaja masjid. dan terbukti Masjid Attaqwa sudah bertahun-tahun Organisasi remajanya tidak jalan walaupun sebenarnya sudah terbentuk.

Dari pengalaman itulah kami dari remaja masjid mengatur dan menyusun sedemikian rupa agar kegiatan tetap berjalan dengan lancar. yaitu dengan memangkas seksi-seksi yang banyak itu menjadi tiga seksi- saja, diantaranya yaitu:
  1. KaSi Humas (Kepala Seksi Humas), tugasnya yaitu mengatur dan menginformasikan kegiatan dari remaja masjid ke Lingkup Sesepuh. dan Humas ini juga dituntut mampu mencari sponsor ke pihak luar. Kasi Humas ini  membawahi beberapa seksi, dan beranggotakan minimal 10 orang.*
  2. KaSi Kegiatan (Kepala Seksi Kegiatan). Membawahi semua jenis kegiatan, termasuk mengaji, mengatur jadwal pertemuan, Mengatur waktu pertemuan, Menentukan dan membentuk susunan Panitia Kegiatan secara berkala. Kasi Kegiatan ini juga membawahi beberapa seksi-seksi yang sebelumnya sangat banyak.*
  3. KaSi Sarana dan Prasarana (Kepala Seksi Sarana dan Prasarana). yaitu bertanggung jawab terhadap semua aset/Barang/Sarana yang dimiliki oleh Remaja. Kasi ini juga membawahi beberapa seksi.*
dari sekian banyak seksi-seksi yang  selama ini di terapkan kebanyakan tidak berjalan sesuai dengan rencana. dengan pemangkasan seksi-seksi tersebut semua program diharapkan dapat berjalan dengan baik. semua itu samapai saat ini masih di godok dan baru dalam tahap perencanaan, belum diterapkan sama sekali.

saat kami dari pihak remaja meminta pendapat kepada takmir, jawabannya pun sungguh menggelitik. "Saran saya, nama-nama seksi gak usah pakai bahasa yang intelek ya. pakai bahasa yang mudah sajalah. contohnya seperti Koordinator Humas, Koordinator kegiatan. nanti kalau pakai Bahasa seperti KASI seperti itu takutnya rekan-rekan tidak mengerti". Ungkap Bpk. Ramlan.

Kami dari pihak remaja menggunakan kalimat Kasi maksudnya adalah justru biar mudah di Pahami dan di kontrol semua program dan kegiatannya.

sedangkan kata koordinator sendiri sebenarnya adalah bahasa yang lebih intelek dari pada Kasi. berikut kami jelaskan sedikit tentang makna dan maksud dari koordinator:
koordinator berasal dari kata coordination yang artinya menghubungkan/penghubung jadi koordinator itu adalah orang yang menghubungkan.jadi dalam artian kata organisasi Koordinator itu mengatur dan mengkonsepin dari suatu kegiatan yang akan dilaksanakan.

sedangkan menurut Kamus Besar bahasa Indonesia adalah:  
ko·or·di·na·tor n orang yg melakukan koordinasi; yg mengoordinasi

Pertanyaanya, menurut anda mana bahasa intelek yang sebenarnya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Mazhab 4 Imam (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali)

Perbedaan Mazhab 4 Imam Ok. Sepakati dulu ya arti mazhab, begini Mazhab (bahasa Arab: madzhab) adalah istilah dari bahasa Arab, yang berarti jalan yang dilalui dan dilewati, sesuatu yang menjadi tujuan seseorang baik konkrit maupun abstrak. Sesuatu dikatakan mazhab bagi seseorang jika cara atau jalan tersebut menjadi ciri khasnya. Menurut para ulama dan ahli agama Islam, yang dinamakan mazhab adalah metode (manhaj) yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya, bagian-bagiannya, dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah. Mazhab menurut ulama fiqih, adalah sebuah metodologi fiqih khusus yang dijalani oleh seorang ahli fiqih mujtahid, yang berbeda dengan ahli fiqih lain, yang menghantarkannya memilih sejumlah hukum dalam kawasan ilmu furu’. Ini adalah pengertian mazhab secara umum, bukan suatu mazhab khusus. Paham ya.. yuk mulai.. Begini. Di anta...

hadis (dalil) SUAP DAN MENYUAP

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الرَّاشِى وَالْمُرْتَشِى فِى الْحُكْمِ. Dari Abu Hurairah radliyallahu ’anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang menyuap dan yang disuap dalam masalah hukum.” ( HR. Ahmad II/387 no.9019 , At-Tirmidzi III/622 no.1387 , Ibnu Hibban XI/467 no.5076 . Dan dinyatakan Shohih  oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib II/261 no.2212 ). عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الرَّاشِىَ وَالْمُرْتَشِىَ. Dan diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhu , ia berkata: “ Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang memberi suap dan yang menerima suap ”. (HR. Abu Daud II/324 no.3580 , At-Tirmidzi III/623 no.1337 , Ibnu Majah, 2313 dan Hakim, 4/102-103; dan Ahmad II/164 no.6532 , II/190 no.6778 . Dan dinyatakan Shohih  oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib II/261 no.2211 ...

Sejarah Kewajiban Berpuasa di Bulan Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang muslim. Sebab, puasa menjadi salah satu dalam rukun islam yang lima. Dalam Al-Qur'an, Allah Swt memerintahkan kewajiban berpuasa dalam surat Al-Baqarah ayat 183: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)  Dalam konteks ini, bagian dari ayat tersebut yang berbunyi كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ ( ...sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian... ) membuka pembahasan mengenai sejarah puasa, khususnya puasa Ramadhan. Dari penggalan ayat tersebut dijelaskan bahwa puasa Ramadhan ternyata juga sudah menjadi kewajiban bagi umat-umat terdahulu yang menerima wahyu dari Allah. ...