Langsung ke konten utama

Cara Mengerjakan Shalat Subuh dengan Qunut

Cara Mengerjakan Shalat Subuh dengan Qunut – Assalamua’laikum Wr. Wb, Alhamdulillah kami senang melihat anda sekarang berada disini untuk belajar untuk menunaikan ibadah shalat 5 waktu, karena memang kewajiban seorang muslim adalah menunaikan ibadah shalat. Shalat ada lima waktu subuh, dzuhur, ashar, maghrib dan isya.
shalat subuh
Untuk artikel yang pertama ini kita akan menjelaskan bagaimana tata cara untuk mengerjakan shalat subuh, sebelum menunaikan shalat anda harus tahu dulu juga syarat sah shalat dan rukun shalat. sudah membaca kedua artikel tersebut, setelah mengetahui sekarang barulah mari kita belajar shalat subuh.

Dalam pengertian Shalat Subuh (bahasa Arab: صلاة الصبح) ialah salah satu salat wajib yang terdapat pada shalat wajib lima waktu yang dikerjakan pada waktu setelah terbitnya fajar hingga menjelang matahari terbit.
Berikut ini adalah tata cara mengerjakan shalat subuh dengan membaca Qunut.

Tata Cara Ibadah Shalat Subuh

1. Pertama adalah Menyucikan diri dengan berwudhu, belum tahu caranya baca ( cara wudhu )
2. Kedua adalah tata cara dalam berpakaian perlu kita diperhatikan:
  • Untuk Laki laki adalah Menutup aurat sekurang – kurangnya dari pangkal leher sampai ke mata kaki.
  • Untuk Wanita adalah menutup seluruh auratnya kecuali muka dan kedua telapak tangan.
3. Ketiga adalah berdiri tegak, lalu membaca Niat Shalat Subuh:
niat shalat subuh
4. Takbiratul Ikhram, berdiri sambil mengucapkan takbir “Allahu Akbar” :
5. Setelah takbir berdiri dengan kedua tangan berada diperut sambil membaca doa iftitah:
doa iftitah
Langkah Shalat Suubuh Rakaat Pertama
1. Masih dalam posisi berdiri setelah membaca doa iftitah, kemudian membaca surah Al fatihah dan Surah Al Ikhlas, surah Al Ikhlas dapat diganti dengan surah lainnya yang anda hafal.
2. Mengucapkan takbir “Allahu Akbar” untuk bersiap rukuk:
3. Tunduk untuk melakukan rukuk, dengan cara membungkuk bersamaan dengan kedua tangan yang diletakan di atas dengkul, kemudian membaca bacaan rukuk sebanyak 3 kali:
“Subahana rabbial ‘azimi wabihamdih.”
4. Melakukan Iktidal setelah rukuk dan melakukan gerakan berdiri setelah rukuk dengan membaca :
“Sami’allahu liman hamidah.”
5. Berdiri iktidal, berdiri tegak biasa, dengan membaca :
“Rabbana lakalhamdu mil assamawati wamil ardhi wamil a’maasyita min syai i’nba’du.”
6. Setalah bacaan iktidal selesai kemudian melakukan Sujud pertama, dengan kedua tangan menyentuh lantai, dan juga posisi dahi kita juga sejajar dengan kedua tangan, dab kedua dengkul menyangga sujud, dengan membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali:
“Subhana rabbiayal a’la wabihamdih.”
7. Setelah sujud pertama adalah duduk diantara dua sujud, kemudian duduk seperti berlutut, dengan membaca:
“Rabbighfirli warhamni wajburni warfa’kni warzuqni wahdini wa’afini wa’fu ‘anni.”
8. Sujud yang kedua, sama seperti sujud pertama, dengan membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali.
Langkah Shalat Subuh Rakaat Kedua
1. Berdiri pada rakaat kedua setelah melakukan sujud pada rakaat pertama, tanpa mengangkat tangan kemudian adalah membaca surah Al fatihah dan Surah lain yang anda hafal.
2. Mengucapkan takbir “Allahu Akbar” untuk bersiap rukuk:
3. Tunduk untuk melakukan rukuk, dengan cara membungkuk bersamaan dengan kedua tangan yang diletakan di atas dengkul, kemudian membaca bacaan rukuk sebanyak 3 kali:
“Subahana rabbial ‘azimi wabihamdih.”
4. Melakukan Iktidal sehabis rukuk, dan melakukan gerakan berdiri setelah rukuk dengan membaca :
“Sami’allahu liman hamidah.”
5. Berdiri iktidal, berdiri tegak biasa, dengan membaca :
“Rabbana lakalhamdu mil assamawati wamil ardhi wamil a’maasyita min syai i’nba’du.”
6. Masih dalam posisi berdiri iktidal, kemudian membaca membaca doa Qunut
doa Qunut
7. Selanjutnya melakukan Sujud pertama dan kedua dalam rakaat kedua, teknik sama seperti sujud pada rakaat pertama, dan sama pula dengan duduk diantara 2 sujud pertama bacaan sama seperti pada rakaat pertama
8. Kemudian adalah duduk tahiyat akhir dengan posisi sedikit menyamping ke kiri dengan membaca doa:
doa tahiyat akhir
9. Terakhir adalah Kepala berpaling ke arah Kanan dengan mengucapkan salam, dan kemudian berpaling ke kiri dengan mengucapkan salam.
“Assalamualaikum warahmatullah.”
Sekian yang harus anda pelajari untuk menunaikan ibadah shalat subuh dengan benar, dan untuk bacaan surah jika anda belum bisa menghafal surah yang panjang anda hafakan surah-surah pendek terlebih dahulu.
Sekian dari kami semoga dengan adanya ini kita bisa mendapatkan manfaat yang banyak dan mendapat meningkatkan ibadah kepada Allah SWT agar terus bertambah pahala yang kita miliki. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Mazhab 4 Imam (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali)

Perbedaan Mazhab 4 Imam Ok. Sepakati dulu ya arti mazhab, begini Mazhab (bahasa Arab: madzhab) adalah istilah dari bahasa Arab, yang berarti jalan yang dilalui dan dilewati, sesuatu yang menjadi tujuan seseorang baik konkrit maupun abstrak. Sesuatu dikatakan mazhab bagi seseorang jika cara atau jalan tersebut menjadi ciri khasnya. Menurut para ulama dan ahli agama Islam, yang dinamakan mazhab adalah metode (manhaj) yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya, bagian-bagiannya, dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah. Mazhab menurut ulama fiqih, adalah sebuah metodologi fiqih khusus yang dijalani oleh seorang ahli fiqih mujtahid, yang berbeda dengan ahli fiqih lain, yang menghantarkannya memilih sejumlah hukum dalam kawasan ilmu furu’. Ini adalah pengertian mazhab secara umum, bukan suatu mazhab khusus. Paham ya.. yuk mulai.. Begini. Di anta...

hadis (dalil) SUAP DAN MENYUAP

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الرَّاشِى وَالْمُرْتَشِى فِى الْحُكْمِ. Dari Abu Hurairah radliyallahu ’anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang menyuap dan yang disuap dalam masalah hukum.” ( HR. Ahmad II/387 no.9019 , At-Tirmidzi III/622 no.1387 , Ibnu Hibban XI/467 no.5076 . Dan dinyatakan Shohih  oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib II/261 no.2212 ). عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الرَّاشِىَ وَالْمُرْتَشِىَ. Dan diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhu , ia berkata: “ Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang memberi suap dan yang menerima suap ”. (HR. Abu Daud II/324 no.3580 , At-Tirmidzi III/623 no.1337 , Ibnu Majah, 2313 dan Hakim, 4/102-103; dan Ahmad II/164 no.6532 , II/190 no.6778 . Dan dinyatakan Shohih  oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib II/261 no.2211 ...

Sejarah Kewajiban Berpuasa di Bulan Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang muslim. Sebab, puasa menjadi salah satu dalam rukun islam yang lima. Dalam Al-Qur'an, Allah Swt memerintahkan kewajiban berpuasa dalam surat Al-Baqarah ayat 183: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)  Dalam konteks ini, bagian dari ayat tersebut yang berbunyi كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ ( ...sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian... ) membuka pembahasan mengenai sejarah puasa, khususnya puasa Ramadhan. Dari penggalan ayat tersebut dijelaskan bahwa puasa Ramadhan ternyata juga sudah menjadi kewajiban bagi umat-umat terdahulu yang menerima wahyu dari Allah. ...