Langsung ke konten utama

Mengatasi Stres di Tempat Kerja Selama Puasa

Ramadan baru saja dimulai. Bagi sebagian orang salah satu cara menjaga tubuh agar tak lelah berlebihan saat puasa adalah mengurangi aktivitas. Namun ternyata itu salah.

Faktanya, stres justru lebih mudah menyerang saat berpuasa. Terlebih bagi para pekerja yang berpuasa namun dituntut untuk tetap produktif dalam bekerja.
Profesional Kesehatan dan Kebugaran Rob Donker seperti dilansir Khaleejtimes mengatakan duduk berjam-jam saat bekerja dalam keadaan berpuasa tak hanya membuat pikiran tertekan namun juga ikut berdampak pada tubuh.

Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi stres ternyata hanya dengan berjalan-jalan setiap 30 menit sekali. Selain memotivasi tubuh untuk bergerak, aktivitas kecil ini membantu tubuh untuk tetap fokus dan waspada.

"Ketika anda duduk, anda tidak dalam keadaan yang alami. Tubuh tidak dirancang untuk duduk dalam waktu yang lama karena di dalamnya terdapat lebih dari 600 otot dan lebih dari 300 sendi yang harus digerakkan," ujarnya, Kamis, 17 Mei 2018.

Donker juga mengungkap, duduk dalam waktu lama membuat sistem pencernaan menjadi pasif. Hal ini tentu akan memberikan kontribusi kurang baik apalagi jika menu sahur yang disantap tergolong 'berat'.

Selain itu posisi duduk juga mmebuat tubuh tak maksimal mengembangkan paru-paru secara penuh, artinya anda mungkin akan kekurangan napas.

"Tubuh mungkin hanya bernapas sekitar 60-70 persen dari kapasitas yang mampu diraih.  Ini akan berimbas pada suasana hati dan kewaspadaan sehingga peluang stres menjadi lebih besar," kata dia.

Sementara itu Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Internasional Bareen, Dubai, Shaimaa Mashal mengatakan konsumsi makanan sehat dan bergizi saat berbuka dan sahur berdampak signifikan terhadap seberapa besar tekanan yang bisa dirasakan seseorang pada keesokan harinya.

"Menambah asupan air putih dari waktu berbuka ke sahur akan membantu menjaga suasana hati yang lebih baik di tempat bekerja. Jika Anda mengikuti diet sehat dan memperbanyak air minum, anda akan merasa lebih tenang di tempat kerja. Karena kadar hormon dalam tubuh akan tetap berada pada kisaran normal," jelas dia.

Sumber : http://ramadan.metrotvnews.com/tips-ramadan/JKRnV38K-mengatasi-stres-di-tempat-kerja-selama-puasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Mazhab 4 Imam (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali)

Perbedaan Mazhab 4 Imam Ok. Sepakati dulu ya arti mazhab, begini Mazhab (bahasa Arab: madzhab) adalah istilah dari bahasa Arab, yang berarti jalan yang dilalui dan dilewati, sesuatu yang menjadi tujuan seseorang baik konkrit maupun abstrak. Sesuatu dikatakan mazhab bagi seseorang jika cara atau jalan tersebut menjadi ciri khasnya. Menurut para ulama dan ahli agama Islam, yang dinamakan mazhab adalah metode (manhaj) yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya, bagian-bagiannya, dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah. Mazhab menurut ulama fiqih, adalah sebuah metodologi fiqih khusus yang dijalani oleh seorang ahli fiqih mujtahid, yang berbeda dengan ahli fiqih lain, yang menghantarkannya memilih sejumlah hukum dalam kawasan ilmu furu’. Ini adalah pengertian mazhab secara umum, bukan suatu mazhab khusus. Paham ya.. yuk mulai.. Begini. Di anta...

Mengetahui Fiqh dan Aturan-aturan dalam Ibadah

DARI IBNU ABBAS, RASULULLAH SAW BERSABDA: “SEORANG FAQIH (AHLI ILMU AGAMA) LEBIH DITAKUTI SYETAN DARI PADA SERIBU AHLI IBADAH (TANPA ILMU)“. [HR IBNU MAJAH]. Hadits diatas menegaskan kepada kita tentang urgensinya beribadah dengan ilmu. Bahkan salah satu syarat diterimanya ibadah adalah  ittiba  atau sesaui aturan dan sunnah Rasulullah SAW. Dalam kaitannya dengan puasa, sungguh ibadah ini mempunyai kekhususan dalam aturan fiqhnya yang berbeda dengan lainnya. Para ulama pun menjadikan bab puasa sebagai pembahasan khusus dalam kitab fiqh. Kita perlu mengkaji ulang, bertanya dan mempelajari apa-apa yang belum sepenuhnya kita yakini atau kita ketahui. Agar kita mampu menjalani ibadah ini dengan baik tanpa keraguan sedikitpun. Hal yang penting kita ketahui utamanya tentang apa-apa yang dibolehkan, apa-apa yang membatalkan, siapa saja yang boleh berbuka dan apa konsekuensinya. Mari kita sempatkan dalam hari-hari ini untuk kembali mengkaji fiqh seputar puasa. Tidak ada kata terlambat...

Sejarah Kewajiban Berpuasa di Bulan Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang muslim. Sebab, puasa menjadi salah satu dalam rukun islam yang lima. Dalam Al-Qur'an, Allah Swt memerintahkan kewajiban berpuasa dalam surat Al-Baqarah ayat 183: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)  Dalam konteks ini, bagian dari ayat tersebut yang berbunyi كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ ( ...sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian... ) membuka pembahasan mengenai sejarah puasa, khususnya puasa Ramadhan. Dari penggalan ayat tersebut dijelaskan bahwa puasa Ramadhan ternyata juga sudah menjadi kewajiban bagi umat-umat terdahulu yang menerima wahyu dari Allah. ...