Langsung ke konten utama

Panduan Sholat Tahajud Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW


Panduan SholatSholat Tahajud adalah salah satu sholat sunnah yang dikerjakan di malam hari. Sholat sunnah yang dilakukan pada malam hari ini hukumnya sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan.
Waktu melaksanakan sholat malam sendiri yaitu dimulai setelah waktu sholat isya’ sampai menjelang shubuh. Waktu yang paling utama untuk mengerjakan sholat malam adalah sepertiga malam yang akhir dan boleh dikerjakan sebelum tidur atau setelah bangun tidur.
Selain sholat sunnah tahajud, sholat malam lainnya yang bisa dikerjakan adalah sholat witir, sholat hajat, sholat taubat, sholat istikharah, shalat tasbih dan shalat tarawih. Umumnya, sholat sunnah tahajud dilakukan pada malam hari setelah bangun tidur.
Jumlah Rokaat sholat sunnah tahajud minimal adalah dua rokaat dan maksimal tidak terbatas. Dilakukan dua rokaat satu salam. Dan semua sholat sunnah malam itu dilakukan dua rokaat 1 salam, kecuali witir minimal 1 rokaat, tidak boleh empat rokaat satu salam, sebab untuk membedakan dengan sholat isya’.

Niat Sholat Tahajud

Niat Sholat TahajudUsholli sunnatat tahajjudi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa

Niat Sholat Tahajud ini wajib untuk dilakukan sebagai pembeda dan pengkhusus dari sholat yang lain. Sebab sholat sunnah dua roka’at yang dilakukan pada malam hari itu ada banyak, sehingga diperlukan niat untuk mengkhususkan bahwa yang sedang dikerjakan ini adalah sholat sunnah tahajud.
Niat sendiri dalam praktek ibadah adalah sesuatu yang paling diutamakan. Yang mana jika niatnya saja tidak benar, maka amal ibadahnya secara otomatis tidak sah. Oleh sebab itu, kajian mengenai Niat Sholat Tahajud ini perlu Anda pahami lagi lebih lanjut.

Bacaan Sholat Tahajud


Bacaan sholat tahajud sendiri seperti sholat pada umumnya. Yaitu Membaca Surat Al Fatihah kemudian membaca surat dari Al Qur’an.
Namun yang lebih utama dalam membaca surat dari Al Qur’an setelah membaca Al Fatihah adalah membaca satu surat ful sampai selesai. Hal ini lebih utama dibanding membaca surat yang panjang namun hanya satu halaman atau beberapa ayat saja.
Tapi bukan berarti tidak baik, banyak dari penghafal Al Qur’an menggunakan waktu tahajudnya untuk muroja’ah hafalannya.

Runtutan Bacaan Sholat Tahajud

  • Niat Sholat Tahajud, dilafadzkan dengan lisan dan dii’tiqadkan (dimantapkan) dalam hati.
  • Membaca doa iftitah (sunnah)
  • Membaca surah Al-Fatikhah
  • Membaca surat Al-Qur’an
  • Membaca tasbih tiga kali saat ruku’
  • Membaca doa Rabbanaa lakal hamdu…. saat i’tidal
  • Membaca tasbih 3 kali saat sujud
  • Membaca doa robbighfirlii warhamnii….saat duduk di antara dua sujud
  • Membaca tasyahud akhir

Doa Sholat Tahajud

Doa sholat tahajud
Dalam doa sholat tahajud, sebaiknya jangan minta urusan duniawi. Khususkanlah doa tahajud itu hanya untuk urusan akhirat.
Sebab sangat disayangkan, keutamaan sholat sunnah tahajud yang begitu agung kalau hanya untuk meminta urusan dunia. Sedangkan dunia itu adalah urusan yang sangat remeh.
Sedangkan untuk doa urusan dunia dirikanlah sholat lagi berupa sholat hajat. Berdoalah untuk urusan duniawi pada sholat hajat tersebut. Karena memang fungsinya adalah untuk meminta hajat.
Untuk penjelasan lebih detilnya bisa baca di Doa Sholat Tahajud Sahih dari Rasulullah.

Waktu Sholat Tahajud

Ada beberapa waktu dalam mengerjakan sholat sunnah tahajud. Waktu yang diutamakan itu adalah:
  • Dikerjakan pada waktu setelah isya’ sampai pukul 22.oo WIB.
  • Dikerjakan pada pukul 22.00 sampai 01.00
  • Dikerjakan pada pukul 01.00 sampai menjelang waktu shubuh.
Namun dari ketiga waktu itu yang paling utama adalah yang terakhir, yaitu pada waktu sepertiga malam akhir. Sebab pada waktu itu Allah turun ke langit dunia sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:
Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap sepertiga malam akhir. Ia (Allah) lalu berkata: “Barangsiapa yang berdoa, akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni. Hingga terbit fajar”. (HR. Bukhari 1145, Muslim 758)

Keutamaan Sholat Tahajud

Keutamaan sholat tahajud ini ada banyak sekali, banyak keterangan mengenai keutamaan sholat tahajud berdasarkan Al Qur’an dan Hadits. Beberapa diantaranya akan Kang Santri sebutkan dibawah.
Salah satu kisah inspiratif seorang ahli tahajud dari zaman dulu yang sangat terkenal sampai sekarang adalah kisahnya Amirul Mukminin Muhammad Alfatih. Muhammad Alfatih adalah raja muda umat Islam yang telah berhasil menaklukan Konstantinopel dalam usia 21 tahun.
Kesuksesan Sultan Alfatih ini sebelumnya sudah disebutkan dalam Hadits Rasulullah SAW:
“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada dibawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].

Menjadi Sebab Masuk Surga

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air, [15] Mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik. [16] Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. [17] (QS. Adz Dzariyat: 15-17)
Dalam ayat surat yang lain Allah juga menyebutkan:
Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)
Rasulullah SAW bersabda:
Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah tali persaudaraan dan sholatlah ketika manusia terlelap tidur pada waktu malam, niscaya engkau akan masuk surga dengan selamat” (HR. Ibnu Majah, dishohihkan oleh Al Albani)

Menjadi Sebab Mendapat Rahmat Allah

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, kemudian melaksanakan sholat dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga merahmati perempuan yang bangun malam, kemudian sholat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Daud)
Dalam Hadits yang Lain Diesbutkan:
Apabila seorang suami membangunkan istrinya di malam hari kemudian mereka sholat berjama’ah dua raka’at, niscaya mereka dicatat tergolong orang-orang yang banyak mengingat (Allah).” (HR. Abu Dawud)
Itulah beberapa keutamaan shalat tahajud sesuai Al Qur’an dan Hadits. Masih ada banyak lagi keutamaan yang tidak bisa Kang Santri sebutka satu persatu.
Sedikit Kang Santri menambahkan, alangkah baiknya apabila dalam shalat tahajud itu tidak meminta untuk urusan dunia. Sebab sangat disayangkan apabila keutamaan shalat tahajud yang begitu agung hanya digunakan untuk meminta dunia.
Salah satu nasehat dari KH. Asrori Al Ishaqi Kedinding Surabaya adalah:
Shalat tahajud itu berguna untuk menerangi alam kubur, maka niatkanlah shalat tahajud itu untuk menerangi alam kubur.
Untuk urusan dunia, Anda bisa melakukan sholat hajat sebagai sarana untuk meminta segala hal yang berkaitan dengan persoalan dunia.

Tips Agar Bisa Melakukan Sholat Tahajud

Untuk bisa melaksanakan sholat tahajud memang tidak mudah, apalagi kalau belum terbiasa. Untuk itu perlu sebuah pembiasaan. Sedangkan yang menjadi penghalang utama adalah bangun malam, meskipun niat sholat tahajud itu sudah ada, kadang ada saja penghalangnya.
Dan terkadang, disaat kita sudah bisa terbangun dari tidur pun merasa malas untuk bangkit mengambil air wudhu. Berikut adalah tips untuk bisa bangun malam melaksanakan sholat sunnah tahajud:
  • Berwudhu sebelum tidur.
  • Berdoa sebelum tidur dan beri’tikad bangun malam jam (…..) untuk melaksanakan shalat tahajud.
  • Saat mulai terbangun dari tidur, bacalah doa bangun tidur/alhamdulillah sebagai kalimat yang pertama kali keluar dari mulut.
  • Memaksakan diri untuk bangun dari tempat tidur dan beranjak ke kamar mandi, paksakan untuk berwudhu.
  • Jika berhasil, bersyukur dan berdoalah kepada Allah untuk tetap bisa istiqomah dalam mengamalkan. Jangan merasa bangga atau hebat, sebab itu anugerah dari Allah.
Tips diatas memang sangat sederhana dan terlihat mudah sekali teorinya. Sedangkan masalah prakteknya, tergantung Anda sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Mazhab 4 Imam (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali)

Perbedaan Mazhab 4 Imam Ok. Sepakati dulu ya arti mazhab, begini Mazhab (bahasa Arab: madzhab) adalah istilah dari bahasa Arab, yang berarti jalan yang dilalui dan dilewati, sesuatu yang menjadi tujuan seseorang baik konkrit maupun abstrak. Sesuatu dikatakan mazhab bagi seseorang jika cara atau jalan tersebut menjadi ciri khasnya. Menurut para ulama dan ahli agama Islam, yang dinamakan mazhab adalah metode (manhaj) yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya, bagian-bagiannya, dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah. Mazhab menurut ulama fiqih, adalah sebuah metodologi fiqih khusus yang dijalani oleh seorang ahli fiqih mujtahid, yang berbeda dengan ahli fiqih lain, yang menghantarkannya memilih sejumlah hukum dalam kawasan ilmu furu’. Ini adalah pengertian mazhab secara umum, bukan suatu mazhab khusus. Paham ya.. yuk mulai.. Begini. Di anta...

hadis (dalil) SUAP DAN MENYUAP

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الرَّاشِى وَالْمُرْتَشِى فِى الْحُكْمِ. Dari Abu Hurairah radliyallahu ’anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang menyuap dan yang disuap dalam masalah hukum.” ( HR. Ahmad II/387 no.9019 , At-Tirmidzi III/622 no.1387 , Ibnu Hibban XI/467 no.5076 . Dan dinyatakan Shohih  oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib II/261 no.2212 ). عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الرَّاشِىَ وَالْمُرْتَشِىَ. Dan diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhu , ia berkata: “ Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang memberi suap dan yang menerima suap ”. (HR. Abu Daud II/324 no.3580 , At-Tirmidzi III/623 no.1337 , Ibnu Majah, 2313 dan Hakim, 4/102-103; dan Ahmad II/164 no.6532 , II/190 no.6778 . Dan dinyatakan Shohih  oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib II/261 no.2211 ...

Sejarah Kewajiban Berpuasa di Bulan Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang muslim. Sebab, puasa menjadi salah satu dalam rukun islam yang lima. Dalam Al-Qur'an, Allah Swt memerintahkan kewajiban berpuasa dalam surat Al-Baqarah ayat 183: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)  Dalam konteks ini, bagian dari ayat tersebut yang berbunyi كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ ( ...sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian... ) membuka pembahasan mengenai sejarah puasa, khususnya puasa Ramadhan. Dari penggalan ayat tersebut dijelaskan bahwa puasa Ramadhan ternyata juga sudah menjadi kewajiban bagi umat-umat terdahulu yang menerima wahyu dari Allah. ...