Langsung ke konten utama

Penderita Hipertensi dan Diabetes Perhatikan Hal Ini Saat Buka Puasa


Puasa bukanlah ajang untuk diet atau mendapatkan tubuh yang proporsional. Puasa merupakan pelajaran untuk menyusun kembali menu-menu yang salah di luar bulan puasa dan bagaimana seharusnya mengonsumsi makanan sehat dan seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh dalam keadaan dasar.



Bagi Anda yang tetap puasa saat sakit, jika Anda menyiasati dengan benar makanan yang seimbang dengan apa yang dilakukan, itu berarti Anda telah memberi tubuh asupan yang benar. Jika kita masih merasakan keluhan sakit selama puasa setelah mengonsumsi nutrisi yang tepat, berarti ada faktor lain yang menimbulkan keluhan kesehatan seperti faktor lingkungan atau infeksi.

Pakar gizi Rita Ramayulis mengatakan, justru salah bila kita menahan sakit yang berkepanjangan dalam keadaan berpuasa. Karena, selain menghilangkan pahala atau nilai esensi puasa, kondisi badan kita akan menjadi lemah.

Rita menyarankan untuk menghindari protein hewani saat berbuka puasa karena mengandung asam lemak rantai panjang dan termasuk dalam golongan yang sulit dicerna tubuh.

"Camilan dari beras ketan juga sebaiknya dihindari karena serat larut airnya rendah, selain itu yang perlu juga dihindari adalah ubi, singkong, nangka muda, durian, soda, tape dan makanan yang telalu manis, terlalu asin serta terlalu asam juga harus dihindari," katanya.

Sementara itu, bagi penderita diabetes, perlu mengetahui berapa jumlah yang harus dikonsumsi sesuai dengan kemampuan tubuh untuk mengolahnya.

Penderita diabetes tentu saja akan kesulitan untuk merubah glukosa dari karbohidrat sederhana jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar atau dengan indeks glikemik yang tinggi.
"Hal ini disebabkan karena hormon insulin pada penderita diabetes sebagian telah resisten. Oleh karena itu, penambahan gula pada minuman maksimal hanya 10 persen, dikonsumsi bersama dengan makanan berserat misalnya kolak (tambahan gula secukupnya dan konsumsi dengan bahan kolaknya seperti pisang dan ubi), jus buah tanpa disaring,” ujar Rita.

Untuk makanan utama, jumlah dan jenisnya sangat ditentukan dengan riwayat penyakit yang ada. Bagi yang memiliki riwayat hipertensi, harus membatasi jumlah makanan yang asin dan memperbanyak makanan sumber kalium seperti kentang, apel, pisang, belimbing.

Bagi yang memiliki riwayat asam urat, tentunya harus menghindari jeroan dan daging, kemudian setelah makanan utama dapat mengonsumsi sari buah yang mengandung asam sitrat seperti sari jeruk.

Untuk yang memiliki riwayat penyakit dislipidemia atau kelainan kolesterol, harus membatasi konsumsi makanan hewani, makanan yang digoreng dan yang disantan kental.

Sedangkan bagi mereka yang memiliki riwayat diabetes melitus, sangat penting memperhatikan sayur yang akan dikonsumsi, haruslah terdiri dari jenis tipe A dan tipe B/C.

Sayuran tipe A adalah sayuran yang tidak mengandung energi hanya mengandung serat dan mikronutrien yang diperlukan oleh penderita diabetes melitus untuk menurunkan indeks glikemik mkn (menurunkan respons insulin terhadap makanan).

Sayuran yang bisa dikonsumsi seperti tomat, ketimun, selada, lobak, oyong. Sayuran tipe B dan C mengandung energi 25 sd 50 kcal untuk setiap sajinya.

Sumber : http://rona.metrotvnews.com/kesehatan/8Ky7Xvrb-penderita-hipertensi-dan-diabetes-perhatikan-hal-ini-saat-buka-puasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Mazhab 4 Imam (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali)

Perbedaan Mazhab 4 Imam Ok. Sepakati dulu ya arti mazhab, begini Mazhab (bahasa Arab: madzhab) adalah istilah dari bahasa Arab, yang berarti jalan yang dilalui dan dilewati, sesuatu yang menjadi tujuan seseorang baik konkrit maupun abstrak. Sesuatu dikatakan mazhab bagi seseorang jika cara atau jalan tersebut menjadi ciri khasnya. Menurut para ulama dan ahli agama Islam, yang dinamakan mazhab adalah metode (manhaj) yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya, bagian-bagiannya, dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah. Mazhab menurut ulama fiqih, adalah sebuah metodologi fiqih khusus yang dijalani oleh seorang ahli fiqih mujtahid, yang berbeda dengan ahli fiqih lain, yang menghantarkannya memilih sejumlah hukum dalam kawasan ilmu furu’. Ini adalah pengertian mazhab secara umum, bukan suatu mazhab khusus. Paham ya.. yuk mulai.. Begini. Di anta...

hadis (dalil) SUAP DAN MENYUAP

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الرَّاشِى وَالْمُرْتَشِى فِى الْحُكْمِ. Dari Abu Hurairah radliyallahu ’anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang menyuap dan yang disuap dalam masalah hukum.” ( HR. Ahmad II/387 no.9019 , At-Tirmidzi III/622 no.1387 , Ibnu Hibban XI/467 no.5076 . Dan dinyatakan Shohih  oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib II/261 no.2212 ). عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الرَّاشِىَ وَالْمُرْتَشِىَ. Dan diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhu , ia berkata: “ Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang memberi suap dan yang menerima suap ”. (HR. Abu Daud II/324 no.3580 , At-Tirmidzi III/623 no.1337 , Ibnu Majah, 2313 dan Hakim, 4/102-103; dan Ahmad II/164 no.6532 , II/190 no.6778 . Dan dinyatakan Shohih  oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib II/261 no.2211 ...

Sejarah Kewajiban Berpuasa di Bulan Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang muslim. Sebab, puasa menjadi salah satu dalam rukun islam yang lima. Dalam Al-Qur'an, Allah Swt memerintahkan kewajiban berpuasa dalam surat Al-Baqarah ayat 183: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)  Dalam konteks ini, bagian dari ayat tersebut yang berbunyi كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ ( ...sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian... ) membuka pembahasan mengenai sejarah puasa, khususnya puasa Ramadhan. Dari penggalan ayat tersebut dijelaskan bahwa puasa Ramadhan ternyata juga sudah menjadi kewajiban bagi umat-umat terdahulu yang menerima wahyu dari Allah. ...