Langsung ke konten utama

Seperti Ini Gorengan yang Sehat untuk Buka Puasa


Rasa-rasanya makanan satu ini tidak bisa ditinggalkan dari menu buka puasa masyarakat Indonesia. Entah itu bakwan, tempe, tahu isi, bakal disantap usai meneguk segelas air putih hangat dan teh manis.



Sayangnya, makanan yang digoreng seperti gorengan mengandung kadar lemak yang lebih tinggi dan tentunya dapat menimbulkan banyak penyakit. Sebut saja obesitas atau kegemukan, kanker, penyakit jantung ataupun penyakit kencing manis.

Namun, bisa dikatakan gorengan sudah menjadi bagian dari hidup kita sehingga sangat sulit dipisahkan. Maka dari itu, kami akan membagikan tips agar gorengan Anda sehat untuk dikonsumsi.

1. Buatlah gorengan Anda sendiri di rumah
Dengan membuat gorengan Anda sendiri di rumah, tentunya lebih dapat menjamin kebersihannya. Selain itu, Anda dapat memilih jenis minyak goreng yang lebih sehat dibandingkan minyak yang digunakan penjual-penjual gorengan di luar sana.

2. Jangan terlalu lama menggoreng
Kita dapat mengatur suhu minyak agar tidak terlalu panas. Menurut penelitian, semakin panas temperatur yang Anda gunakan akan membentuk suatu senyawa yang dinamakan akrilamida, yang berkaitan dengan meningkatnya faktor risiko penyakit jantung dan kanker. Ketika warna gorengan telah menjadi cokelat keemasan, segeralah angkat.

3. Pakai minyak baru

Sebaiknya tidak menggunakan ulang minyak goreng yang telah digunakan, apalagi yang sudah berubah warna menjadi kecoklatan bahkan sampai hitam pekat. Anda dapat mengganti minyak goreng setelah tiga kali pakai atau saat sudah berubah warna.

4. Keringkan gorengan dengan menggunakan tisu makanan
Jangan lupa menempelkan sisa-sisa minyak ke kertas tisu makanan terlebih dahulu sebelum Anda konsumsi. Agar sisa-sisa minyak terserap dan mengurangi jumlah minyak yang Anda konsumsi.
Walaupun Anda telah mengolahnya dengan lebih sehat, tapi jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan, tetap berdampak buruk bagi kesehatan. Sehingga penting untuk mengombinasikan goreng-gorengan dengan makanan sehat lainnya saat berbuka puasa. Misalnya, buah-buahan segar.

Sumber : https://liputan6.com/health/read/3531232/seperti-ini-gorengan-yang-sehat-untuk-buka-puasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Mazhab 4 Imam (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali)

Perbedaan Mazhab 4 Imam Ok. Sepakati dulu ya arti mazhab, begini Mazhab (bahasa Arab: madzhab) adalah istilah dari bahasa Arab, yang berarti jalan yang dilalui dan dilewati, sesuatu yang menjadi tujuan seseorang baik konkrit maupun abstrak. Sesuatu dikatakan mazhab bagi seseorang jika cara atau jalan tersebut menjadi ciri khasnya. Menurut para ulama dan ahli agama Islam, yang dinamakan mazhab adalah metode (manhaj) yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya, bagian-bagiannya, dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah. Mazhab menurut ulama fiqih, adalah sebuah metodologi fiqih khusus yang dijalani oleh seorang ahli fiqih mujtahid, yang berbeda dengan ahli fiqih lain, yang menghantarkannya memilih sejumlah hukum dalam kawasan ilmu furu’. Ini adalah pengertian mazhab secara umum, bukan suatu mazhab khusus. Paham ya.. yuk mulai.. Begini. Di anta...

Mengetahui Fiqh dan Aturan-aturan dalam Ibadah

DARI IBNU ABBAS, RASULULLAH SAW BERSABDA: “SEORANG FAQIH (AHLI ILMU AGAMA) LEBIH DITAKUTI SYETAN DARI PADA SERIBU AHLI IBADAH (TANPA ILMU)“. [HR IBNU MAJAH]. Hadits diatas menegaskan kepada kita tentang urgensinya beribadah dengan ilmu. Bahkan salah satu syarat diterimanya ibadah adalah  ittiba  atau sesaui aturan dan sunnah Rasulullah SAW. Dalam kaitannya dengan puasa, sungguh ibadah ini mempunyai kekhususan dalam aturan fiqhnya yang berbeda dengan lainnya. Para ulama pun menjadikan bab puasa sebagai pembahasan khusus dalam kitab fiqh. Kita perlu mengkaji ulang, bertanya dan mempelajari apa-apa yang belum sepenuhnya kita yakini atau kita ketahui. Agar kita mampu menjalani ibadah ini dengan baik tanpa keraguan sedikitpun. Hal yang penting kita ketahui utamanya tentang apa-apa yang dibolehkan, apa-apa yang membatalkan, siapa saja yang boleh berbuka dan apa konsekuensinya. Mari kita sempatkan dalam hari-hari ini untuk kembali mengkaji fiqh seputar puasa. Tidak ada kata terlambat...

Sejarah Kewajiban Berpuasa di Bulan Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang muslim. Sebab, puasa menjadi salah satu dalam rukun islam yang lima. Dalam Al-Qur'an, Allah Swt memerintahkan kewajiban berpuasa dalam surat Al-Baqarah ayat 183: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)  Dalam konteks ini, bagian dari ayat tersebut yang berbunyi كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ ( ...sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian... ) membuka pembahasan mengenai sejarah puasa, khususnya puasa Ramadhan. Dari penggalan ayat tersebut dijelaskan bahwa puasa Ramadhan ternyata juga sudah menjadi kewajiban bagi umat-umat terdahulu yang menerima wahyu dari Allah. ...