Langsung ke konten utama

Wajib Coba! 7 Tips Hemat ala Anak Kosan di Bulan Puasa



Menjadi seorang anak rantau bakal menghadapi banyak tantangan. Selain jauh dari keluarga, merantau memaksamu untuk belajar mandiri, salah satunya dalam hal mengatur uang saku.
Hampir setiap harinya, kamu harus sedia uang untuk makan, transportasi, keperluan tugas, dan kebutuhan mendesak lainnya yang kamu atur sendiri.



Itu baru pada hari-hari biasa. Bagaimana jika saat bulan puasa? Biasanya, anak kosan justru lebih banyak pengeluaran di bulan puasa.

Hal yang biasanya membuat pengeluaran membengkak adalah berbagai godaan untuk menghambur-hamburkan uang, terutama untuk kebutuhan yang kurang penting.

Belum lagi, kalau kamu punya rencana untuk membeli baju lebaran, berarti kamu harus siap-siap dengan perencanaan keuangan yang matang.

Kalau di antara kamu pernah merasa boros gara-gara hal diatas. Coba deh, mulai sekarang kamu ikuti tips hemat saat bulan puasa di bawah ini, seperti yang dikutip dari Swara Tunaiku:

1. Merencanakan menu makanan bulan puasa
Menu masakan saat bulan puasa, pada umumnya membuat kantong lebih terkuras. Hal ini sebaiknya jangan kamu biarkan terus-menerus. Mulai saat ini, kamu bisa buat list menu makanan terlebih dahulu sebelum membeli.

Tuliskan harga standar setiap menu makanan, kemudian sortir dan pilih makanan yang kira-kira sehat dan lebih murah harganya. Cara ini efektif, agar kamu bisa mengestimasi biaya yang harus kamu keluarkan selama bulan puasa untuk makanan.

2. Buat makanan buka puasa yang sederhana seperti biasanya

Menahan lapar hampir seharian tentu membuat kamu ingin membeli banyak makanan enak. Padahal, ketika waktu buka puasa tiba, belum tentu kamu bisa menghabiskan makanan sebanyak itu dalam satu waktu.

Meskipun berjam-jam perut kamu kosong, nyatanya kamu hanya perlu porsi makanan secukupnya untuk buka puasa. Oleh karena itu, buat atau beli makanan seperti biasanya, enggak perlu berlebihan.

3. Jangan sungkan menolak kegiatan buka bersama
Salah satu yang membuat pengeluaranmu enggak terkontrol adalah ajakan teman-teman untuk buka bersama. Saat buka bersama, biasanya kamu akan mengeluarkan lebih banyak uang dibandingkan buka puasa sendiri atau bersama keluarga.

Menuruti ajakan beberapa teman memang enggak masalah. Namun baiknya, jangan semuanya kamu turuti. Apalagi, kalau keuanganmu sudah semakin menipis. Beranilah untuk menolak, daripada boros hanya untuk memuaskan keinginan saja.

4. Cari takjil gratis


Cara menghemat yang lain adalah berburu takjil gratis. Pembagian takjil gratis biasa ditemui di masjid-masjid atau jalan raya oleh komunitas atau kelompok organisasi. Tak ada salahnya kamu menerima takjil dari mereka. Hitung-hitung rezeki di bulan puasa.

5. Belajar memasak


Berbuka dengan masakan sendiri bisa membantu meminimalisir pengeluaranmu. Selain itu, kesesuaian selera dan kebersihan makanan juga lebih terjamin, karena kamu sendiri yang mengukurnya.

Kalau di kosmu tersedia dapur, enggak ada salahnya kamu manfaatkan. Kemudian, beli bahan makanan secukupnya. Biar lebih bervariasi, kamu bisa browsing aneka resep makanan simple yang ada di internet.

6. Pandai mengelola THR

Setelah menerima THR, kamu harus pisahkan pendapatan tahunan ini dengan pendapatan bulanan. Gunakan THR untuk kebutuhan tahunan, misalnya untuk membayar pajak kendaraan tahunan, tagihan PBB, asuransi, kurban untuk Idul Adha, membayar zakat, dan lain sebagainya.

7. Berbelanja menjelang lebaran
Seringnya kita tergoda untuk membelanjakan banyak barang setelah menerima THR. Diskon khusus dan berbagai promo barang menjelang lebaran, merajalela di pusat perbelanjaan. Nah, kebiasaan ini pelan-pelan harus mulai kamu kurangi. Jangan mudah tergoda dengan berbagai diskon dan promo yang ada. Usahakan untuk berbelanja sesuai dengan dana yang dialokasikan.

Sudah siap dengan rencana keuanganmu saat bulan puasa? Kontrol pengeluaranmu dengan tips di atas. Menyambut bulan Ramadan dan Lebaran, semua bisa kamu nikmati dengan cara yang sederhana.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/3530201/wajib-coba-7-tips-hemat-ala-anak-kosan-di-bulan-puasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Mazhab 4 Imam (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali)

Perbedaan Mazhab 4 Imam Ok. Sepakati dulu ya arti mazhab, begini Mazhab (bahasa Arab: madzhab) adalah istilah dari bahasa Arab, yang berarti jalan yang dilalui dan dilewati, sesuatu yang menjadi tujuan seseorang baik konkrit maupun abstrak. Sesuatu dikatakan mazhab bagi seseorang jika cara atau jalan tersebut menjadi ciri khasnya. Menurut para ulama dan ahli agama Islam, yang dinamakan mazhab adalah metode (manhaj) yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya, bagian-bagiannya, dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah. Mazhab menurut ulama fiqih, adalah sebuah metodologi fiqih khusus yang dijalani oleh seorang ahli fiqih mujtahid, yang berbeda dengan ahli fiqih lain, yang menghantarkannya memilih sejumlah hukum dalam kawasan ilmu furu’. Ini adalah pengertian mazhab secara umum, bukan suatu mazhab khusus. Paham ya.. yuk mulai.. Begini. Di anta...

hadis (dalil) SUAP DAN MENYUAP

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الرَّاشِى وَالْمُرْتَشِى فِى الْحُكْمِ. Dari Abu Hurairah radliyallahu ’anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang menyuap dan yang disuap dalam masalah hukum.” ( HR. Ahmad II/387 no.9019 , At-Tirmidzi III/622 no.1387 , Ibnu Hibban XI/467 no.5076 . Dan dinyatakan Shohih  oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib II/261 no.2212 ). عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الرَّاشِىَ وَالْمُرْتَشِىَ. Dan diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhu , ia berkata: “ Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang memberi suap dan yang menerima suap ”. (HR. Abu Daud II/324 no.3580 , At-Tirmidzi III/623 no.1337 , Ibnu Majah, 2313 dan Hakim, 4/102-103; dan Ahmad II/164 no.6532 , II/190 no.6778 . Dan dinyatakan Shohih  oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib II/261 no.2211 ...

Sejarah Kewajiban Berpuasa di Bulan Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang muslim. Sebab, puasa menjadi salah satu dalam rukun islam yang lima. Dalam Al-Qur'an, Allah Swt memerintahkan kewajiban berpuasa dalam surat Al-Baqarah ayat 183: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)  Dalam konteks ini, bagian dari ayat tersebut yang berbunyi كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ ( ...sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian... ) membuka pembahasan mengenai sejarah puasa, khususnya puasa Ramadhan. Dari penggalan ayat tersebut dijelaskan bahwa puasa Ramadhan ternyata juga sudah menjadi kewajiban bagi umat-umat terdahulu yang menerima wahyu dari Allah. ...