Mentraktir teman itu baik, tapi minta Traktir teman itu tidak baik. Itulah penting nya pengetahuan... Kita harus mengerti keadaan finansial teman kita. Kembalikan kepada diri kita sendiri. Gimana jika kita dalam kondisi finansial yang kurang baik atau bahkan minus, tetapi kita harus mentraktir orang. Bisa jadi harus ngutang kemana mana demi traktirannya. Itu akan menjadikan beban hidup orang bertambah. Kita tidak perlu menagih janji kawan yang akan mentraktir jika tujuannya terkabul. Tentu kawan kita ingat. Tergantung niatnya mau menunaikan janjinya atau tidak. Tidak usah kita menagihnya.
DARI IBNU ABBAS, RASULULLAH SAW BERSABDA: “SEORANG FAQIH (AHLI ILMU AGAMA) LEBIH DITAKUTI SYETAN DARI PADA SERIBU AHLI IBADAH (TANPA ILMU)“. [HR IBNU MAJAH]. Hadits diatas menegaskan kepada kita tentang urgensinya beribadah dengan ilmu. Bahkan salah satu syarat diterimanya ibadah adalah ittiba atau sesaui aturan dan sunnah Rasulullah SAW. Dalam kaitannya dengan puasa, sungguh ibadah ini mempunyai kekhususan dalam aturan fiqhnya yang berbeda dengan lainnya. Para ulama pun menjadikan bab puasa sebagai pembahasan khusus dalam kitab fiqh. Kita perlu mengkaji ulang, bertanya dan mempelajari apa-apa yang belum sepenuhnya kita yakini atau kita ketahui. Agar kita mampu menjalani ibadah ini dengan baik tanpa keraguan sedikitpun. Hal yang penting kita ketahui utamanya tentang apa-apa yang dibolehkan, apa-apa yang membatalkan, siapa saja yang boleh berbuka dan apa konsekuensinya. Mari kita sempatkan dalam hari-hari ini untuk kembali mengkaji fiqh seputar puasa. Tidak ada kata terlambat...
Komentar
Posting Komentar